oleh

Edarkan Sabu, Dua Warga Ngunut Diciduk Polisi

Tulungagung, (afederasi.com) – Dua warga Kecamatan Ngunut yakni SN (44) asal Desa Kaliwungu, dan AG (40) asal Desa Ngunut diciduk anggota Unit Reskrim Polsek Ngunut pada Rabu (30/9/2020) siang. Pasalnya, keduanya diduga mengedarkan narkoba jenis sabu.

Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita barang bukti berupa dua poket/klip plastik berisi sabu, dua buah ponsel merk Oppo A5S dan Oppo F1S, uang tunai sebesar Rp 82 ribu, dua lembar slip setoran ATM BCA, sebuah alat bong.

“Saat ini kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Ngunut,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Iptu Neny Sasongko.

Dijelaskan Neny, kedua pelaku tersebut berhasil diamankan berkat informasi yang diterima petugas. Bahwasaanya, di daerah Desa Kaliwungu terdapat peredaran narkoba.

“Berbekal informasi tersebut akhirnya petugas langsung melakukan penyelidikan,” katanya.

Setelah beberapa hari mengumpulkan bahan keterangan lanjut Neny, petugas berhasil mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. Kebetulan, saat anggota melakukan penyelidikan mengetahui seseorang yang identik dengan pelaku SN.

Baca Juga  Usia Kandungan 37 Minggu Wajib Test Swab, 5 Rumah Sakit Disiapkan untuk Ibu Hamil Positif Corona

“Petugas terus membuntutinya, hingga akhirnya SN berbelok ke salah satu rumah warga,” terangnya.

Masih menurut Neny, tak mau kecolongan petugas pun langsung menghentikan langkah dan menginterograsinya. Secara tiba-tiba, pelaku langsung menjatuhkan bekas bungkus rokok yang semula digenggamnya.

“Saat dicek ternyata barang tersebut adalah sabu,” bebernya.

Mengetahui itu petugas langsung melakukan pendalaman hingga SN mengaku jika barang tersebut diperoleh dari AG dibeli seharga Rp 1.150.000 dengan cara ditransfer.

“Petugas yang berpakaian preman langsung menuju kediaman AG, ternyata AG juga mengakui perbuatannya. Dilokasi juga ditemukan satu poket sabu,” imbuhnya.

Kepada petugas, SN mengaku nekat mengedarkan sabu karena tidak memiliki pekerjaan tetap. Selain itu, dua tahun yang lalu SN juga pernah berjualan sabu, setelah itu sempat berhenti dan kini mulai menjual lagi.

“Jadi jika ada temannya yang butuh sabu, ia menghubungi AG dan menstransfer sejumlah uang dan barang tinggal mengambil di suatu tempat,” jelasnya.

Sedangkan AG mengaku mendapatkan barang haram dari seseorang yang ada di luar kota. AG juga merupakan residivis atas kasus pil dobel L.

Baca Juga  Peringati Hari Tani Nasional, Aktivis Getol Soroti Krisis Agraria di Jatim

Neny menambahkan, kini petugas masih terus mengembangkan kasus tersebut. Pasalnya, diduga AG ini adalah bandar di wilayah Tulungagung Timur. Hal ini diketahui dari nominal transaksi rekeningnya yang mencapai belasan hingga puluhan juta.

“Atas perbuatannya, kedua pelaku bakal dijerat dengan pasal 114 ayat 1 sub Pasal 112 ayat 1 sub pasal 127 UURI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 12 tahun penjara,” pungkasnya. (yp)

News Feed