oleh

Dua Warung Makan dan Tambal Ban Ludes Terbakar, Ini Kronologinya

Tulungagung, (afederasi.com) – Setidaknya dua warung makan dan satu jasa penyedia tambal ban di Desa/Kecamatan Ngunut ludes dilalap si jago merah pada Minggu (9/8/2020) malam. Diduga, kebakaran terjadi karena adanya konsleting listrik pada tiang instalasi milik PT PLN yang terbakar.

Ketiga korban pemilik warung makan dan tambal ban tersebut yakni Mukolil (56), Gunawan (58) warga Desa/Kecamatan Ngunut, dan Erna Setiawati (42) warga Desa Pulosari.

Rasia (13) salah satu saksi mata yang berada di lokasi kejadian mengatakan, ketika itu ia sedang berjalan di dekat lokasi untuk bertemu temannya. Selanjutnya, dari atas tiang listrik tepat di atas warung muncul api.

“Nah api itu jatuh ke warung yang tepat berada di bawahnya,” katanya.

Raisa melanjutkan, saat kejadian itu listrik disekitar lokasi langsung padam. Kemudian api yang jatuh tersebut semakin membesar.

“Saya sempat mendengar ledakan, mungkin itu dari tabung gas elpiji yang terbakar,” imbuhnya.

Masih menurut Raisa, dengan cepat api tersebut menjalar ke warung di bagian barat dan timur tiang listrik. Menhetahui itu, ia langsung memberitahu warga dan ada yang melapor ke polisi.

Baca Juga  SMA Diponegoro Dijadikan Pusat Kegiatan ISNU

Sementara itu Kasi Pengendalian Operasional Pemadam Kebakaran Satpol PP Tulungagung Bambang Pidekso mengatakan, pasca menerima laporan kebakaran pihaknya langsung menuju ke lokasi. Setidaknya dibutuhkan waktu 60 menit untuk memadamkan api.

“Kita terjunkan dua unit mobil damkar dan dua unit kendaraan penyuplai,” katanya.

Disinggung apakah yang menyebabkan terjadinya kebakaran, Bambang mengatakan ada dua penjelasan terkait hal tersebut. Pertama, ada saksi yang menyebut bahwa sumber api berasal dari tiang listrik milik PT PLN yang kemudian api terjatuh dan menjalar ke seluruh bangunan.

Kedua, ada saksi lagi yang meyebut api berasal dari warung paling barat. Namun dari sisa kebakaran yang terlihat, ia menduga api memang dari jaringan listrik di atas warung.

“Kalau api dari warung barat, pasti warung itu paling parah. Nyatanya bagian belakang masih utuh, barang-barang seperti mesin cuci di dalam warung juga tidak terbakar,” jelasnya.

Masih menurut Bambang, sedangkan di atas tiang listrik memang terlihat ada kabel yang putus. Diduga putusnya kabel karena konsleting, kemudian dari pengalaman sebelumnya ada material dari plastik yang bisa meleleh jika timbul panas.

Baca Juga  Ibu Mengajak Anaknya Bunuh Diri Minum Obat Ulat, Ini Penyebabnya

“Dilihat dari bekasnya kan ada meterial terbakar dari atas yang kemudian meleleh ke bawah,” imbuhnya.

Api cepat membesar lanjut Bambang, karena warung-warung ini menggunakan material yang mudah terbakar, terutama kayu dan papan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun afederasi.com, meski tidak ada korban jiwa namun jumlah kerugian material mencapi puluhan juta. Termasuk sebuah mobil Daihatsu Hijet 1000 N 8056 KJ warna putih. (yp)

News Feed