Senin, 31 Mei 2021, 17:18 WIB

Dua Warga Nekad Gantung Diri

Lamongan, (afederasi.com) – Dua kasus bunuh diri dengan lokasi berbeda pada Senin (31/5/2021) menggemparkan warga Lamongan. Pertama, kasus bunuh diri ditemukan di gudang sawah masuk wilayah Kecamatan Tikung dan satu lagi di belakang rumah tempat korban bekerja di wilayah Kecamatan Kedungpring.

Adapun korban pertama MR (41), warga Desa Sidobangun, Kecamatan Kedungpring yang ditemukan meninggal tergantung di pojok belakang rumah tetangganya, Senin (31/5/2021) sekitar pukul 07.00 WIB dan dilaporkan ke petugas Polsek Kedungpring sekitar 08.00 WIB.

Korban nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, diduga karena tidak sanggup menanggung utang yang membelitnya. Penyebab tersebut dipastikan dengan surat wasiat yang ditinggalkan korban, ditujukan kepada istrinya Mudrikah Zain.

Pesan isi surat wasiat itu berisikan ‘Istriku kupenuhi janjiku seperti apa yang kau inginkan. Utange sauri Yo dik, iku tok jalukanku (Utangnya bayar ya dik, hanya itu saja permintaanku-red). Dalam amplop berisi surat yang ditulis tangan oleh korban itu juga ada uang Rp 455 ribu.

Baca Juga  Pamit Pergi ke Kebun, Warga Badas Kediri Ditemukan Tewas Tergantung

Orang yang pertama kali menemukan korban dengan kondisi meninggal tergantung adalah istrinya sendiri Mudrikah.

“Ketika itu istri korban baru pulang dari kerja dan mencari suaminya dirumah. Namun mendapati suaminya tersebut telah gantung diri di belakang pojok rumah tetangganya dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana melalui Kasubbag Humas Iptu Estu Kwindardi.

Spontan istri korban Mudrikah berteriak minta tolong kepada warga sekitar dan kasus bunuh diri tersebut dilaporkan ke Polsek Kedungpring untuk proses lebih lanjut.

Sedang kejadian bunuh diri kedua, korban bernama KM (50), warga Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung yang ditemukan menggantung dengan sarung dan ban karet diesel di gudang sawah milik H Kuwan warga setempat sekitar pukul 08.00 WIB.

“Saksi atas nama Muklis sewaktu mau masuk gudang mengambil alat semprot hama, melihat kaki orang tergantung di balok kuda-kuda dalam gudang,” kata Iptu Estu kwindardi

Begitu melihat kaki menggantung itu, lanjut Estu, saksi tidak jadi masuk gudang dan berteriak memanggil temannya untuk bersama-sama melihat korban.

Baca Juga  3 Hari Menyendiri, Warga Puncu Ditemukan Gantung Diri Dirumahnya

Kedua saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa setempat yang selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tikung.

“Jarak kaki korban dengan tanah lebih kurang 60 cm. Terdapat bekas jeratan pada leher atas korban dan pada tubuh korban tidak ditemukan luka tanda-tanda kekerasan ataupun luka,” ungkap Estu yang menyebut keluarga korban keberatan untuk dilakukan autopsi yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai.(ra/dn)

News Feed