oleh

Dua pekan Zona Oranye, kini Surabaya Kembali Zona Merah

Surabaya, (afederasi.com) – Kota Surabaya saat ini kembali ditetapkan sebagai zona merah atas temuan baru kasus penyebaran coronavirus disease (Covid-19), setelah sempat selama dua pekan masuk kedalam zona oranye. Hal tersebut terlihat dari laman resmi milik pemerintah pusat, https://covid19.go.id/peta-risiko.

Pakar Epidemiologi, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr Windhu Purnomo mengatakan, bahwa data mengenai zonasi suatu daerah sangat dinamis. Sebab, akan terus diperbarui setiap minggunya.

“Setelah berada pada zona merah cukup lama, Surabaya kemarin dua minggu menjadi oranye. Sekarang naik lagi kembali ke merah,“ ungkap Windhu, saat dikonfirmasi di via ponsel, afederasi.com Kamis (20/8/2020).

Windhu mengungkapkan, suatu daerah dapat dinyatakan stabil adalah ketika dalam empat minggu tidak berubah warna zonasinya. Namun apabila masih hitungan dua pekan, ada potensi status dapat berganti lagi.

“Jadi daerah yang kita katakan stabil, katakanlah empat minggu berturu-turut kuning, baru kita katakan stabil. Kalau baru satu minggu, dua minggu kuning, kan bisa saja kembali ke merah atau ke orange,” ujarnya.

Baca Juga  Risma Klaim Surabaya Zona Hijau, Namun di Peta Jawa Timur Masih Zona Merah

Kembalinya Surabaya ke zona merah, lanjutnya, merupakan dampak dari tingginya mobilitas warga kota. Selain itu, menurunnya tinggkat kedisiplinan masyarakat akan protokol kesehatan juga berpengaruh.

“Kondisi saat ini akibat penularan yang terjadi di 7-14 hari yang lalu. Sebabnya macam-macam, yang jelas karena ada aktifitas warga yang tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan, dan ini juga terkait dengan kebijakan pemerintah,” kata Windhu.

Oleh karena itu, Windhu kembali memperingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, agar mengurangi aktivitas masyarakat di luar rumah. Pasalnya, pandemi Covid-19 ini masih belum berakhir.

“Pada kondisi yang masih tidak aman seperti ini, pada dasarnya seharusnya semua pergerakan dan aktifitas yang tidak esensial, tidak diaktifkan dulu,” pungkas Windhu.

Sekedar diketahui, berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim, pada Rabu, 19 Agustus 2020, kasus kumulatif Covid-19 di Surabaya telah tercatat sebanyak 11.019. Sebanyak 8.109 dinyatakan sembuh, dan 869 lainnya meninggal dunia. (dwd/dn)

News Feed