oleh

DPRD Nganjuk dan PMII Sepakat Tolak Omnibus Law

Nganjuk, (afederasi.com) – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Nganjuk menggelar aksi sebagai bentuk penolakan Omnibus law. Aksi tersebut diawali dengan melakukan long march sepanjang 3 kilometer, dimulai dari alun-alun Nganjuk hingga gedung DPRD setempat.

Mahasiswa menganggap Omnibus law yang didalamnya memuat UU Cipta Kerja menuai kontroversi.

Berdasarkan pantaun afederasi.com aksi tersebut diwarnai berbagai macam orasi dan atraksi.

Ketua PC PMII Nganjuk, Adi Nurjaini menyampaikan poin-poin keberatan yang dianggapnya banyak merugikan kaum pekerja.

“Saya menyampaikan 6 poin dalam RUU Omnibus law yang tidak berpihak pada rakyat,” ujarnya, Jumat (9/10/2020).

Selain itu, jelas Rimba, dirinya juga kecewa dengan keputusan DPR RI dan pemerintah yang tidak peka terhadap penderitaan rakyat di tengah pandemi Covid-19.

“Harusnya pemerintah lebih fokus terhadap penanganan Covid-19, bukan justru membuat regulasi yang membuat rakyat semakin menderita dan hanya menguntungkan para investor dan pengusaha,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Yuangga, dihadapan demonstran berjanji akan mengawal kasus tersebut hingga ke pusat. Bahkan ia berjanji aspirasi tersebut akan disampaikan ke DPR RI dalam kurun waktu 7×24 jam.

Baca Juga  DPRD Gelar Paripurna Penyampaian Hasil Reses Masa Sidang II 2020

“Kami sepakat menolak Omnibus law, dengan adanya Omnibus law kaum marjinal akan tersakiti. Tidak hanya disitu, beban terberat yang akan kita hadapi adalah yaitu kerusakan lingkungan. Kami berjanji akan mengawal aspirasi rekan-rekan untuk disampaikan ke DPR RI, beri kami waktu 7×24 jam untuk menyelesaikan aspirasi ini. Hasilnya akan kami tayangkan di website DPRD Nganjuk,” ujarnya.

Usai menandatangani nota kesepakatan. Disisi lain, Kapolres Nganjuk, AKBP Handono berharap agar aksi yang dilakukan Mahasiwa PMII ini dapat berjalan dengan aman.

“Saya himbau agar gerakan ini merupakan bentuk perwujudan aspirasi yang dapat berjalan dengan damai dan aman, tanpa terjadi hal yang tidak kita inginkan”, imbuhnya. (awa/dn)

News Feed