oleh

Dinilai Ampuh Tekan Covid-19, Joko Irianto Ajak Sukseskan PPKM Mikro dan Vaksinasi

Trenggalek, (afederasi.com) – Plh Bupati Trenggalek Joko Irianto mengajak seluruh masyarakat khususnya warga Trenggalek untuk mendukung dan mensukseskan program PPKM Mikro dan Vaksinasi Covid-19.

Menurutnya, penanganan Covid-19 Kota Tempe Kripik menjadi salah satu dari tiga daerah yang dinilai telah melakukan penanganan secara terstruktur. Sehingga layak menjadi rujukan dalam penerapan PPKM Mikro.

“Memang di bulan Januari 2021, Trenggalek masuk dalam kategori zona merah. Namun dengan berbagai langkah penanganan, hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, dinilai efektif dalam menekan penyebaran Covid-19,” ungkap Plh Bupati Trenggalek Joko Irianto, Selasa (23/2/2021).

Kendati demikian lanjut Joko, dengan penilaian tersebut jangan sampai membuat lengah. Tetapi justru semakin meningkatkan kewaspadaan hingga di tingkat komunitas terkecil.

“Karena virus ini masih ada, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan, ini perlu kita tingkatkan dalam rangka menyukseskan program PPKM skala mikro ini,” tegasnya.

Selain itu masih kata Joko, pihaknya yakin dengan adanya posko Kampung Tangguh Semeru, sehingga tatkala di RT itu ada suatu gejala maka dari posko tersebut dilakukan pengawasan dan penindakan.

“Selain penerapan PPKM Mikro, kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mensukseskan program vaksinasi nasional. Oleh karena itu kami meminta para Kepala Desa untuk ikut mensosialisasikan kepada masyarakat,” tuturnya.

Disampaikan Joko, Pemerintah Pusat sudah menjalankan program vaksinasi Covid-19. Termasuk di Trenggalek, sudah sekitar 7.000 tenaga kesehatan yang kemudian  aparat setelah itu masyarakat.

“Jadi apabila vaksinasi sudah masuk ke masyarakat, kami mohon bantuan kepada Kades, semua perangkat desa serta tim Satgas untuk menjelaskan ke masyarakat,” imbuhnya.

Ditambahkan Joko, Jadi jangan sampai ada anggapan bahwa vaksin itu membuat orang tambah sakit, jangan sampai ada masyarakat yang menolak. Semua harus tervaksinasi, kecuali bagi yang memang tidak bisa menerima berdasarkan catatan medis. (pb/yp)

News Feed