Senin, 29 Maret 2021, 16:09 WIB

Dikira Buang Air Kecil, Seorang Kakek Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kediri, (afederasi.com) – Warga Desa Tales Kecamatan Ngadiluwih digegerkan dengan temuan kakek yang meninggal dunia dengan posisi gantung diri di dapur rumahnya, Senin (29/3) pagi.

Sebelum ditemukan tewas, pria yang bernama Silam (71) itu sempat dikira akan buang air kecil oleh istrinya yang bernama Darmiati (67).

Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setyo Budi mengatakan, sebelum ditemukan dalam keadaan tergantung, istri korban sempat terbangun karena melihat suaminya kebelakang.

“Istri korban mengira ia akan buang air kecil,” katanya.

Iwan melanjutkan, karena suaminya tidak kunjung kembali, akhirnya ia memeriksa ke kamar mandi. Hal itu juga dikuatkan dengan lampu dapur yang masih menyala serta dipanggil tidak ada jawaban.

“Saat berada di depan pintu masuk dapur, ia melihat korban sudah dalam kondisi gantung diri. Posisinya, kain batik warna oranye melilit di lehernya,” imbuhnya.

Mengetahui itu lanjut Iwan, Darmiati langsung berteriak histeris. Selanjutnya, saksi memberitahukan kejadian tersebut kepada tetangga dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngadiluwih.

“Dari identifikasi di TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dengan melihat kelamin korban yang mengeluarkan sperma dan dubur korban mengeluarkan kotoran diperkirakan meninggalnya sekitar 2 jam sebelumnya, dan murni bunuh diri,” ungkapnya.

Baca Juga  Usung Tema Perdamaian Dunia, Santri Dikediri Diminta Untuk Tangkal Radikalisme

Dari keterangan pihak keluarga, korban masih sempat berbincang dengan sang istri pada malam sebelum kejadian, yang membahas terkait kesulitan ekonomi yang dihadapi belakangan ini.

“Korban rencananya ingin menjual sepeda motor miliknya untuk mencukupi kebutuhan sehari hari,” urainya.

Selain itu, korban juga sempat mengeluhkan karena sakit yang dideritanya beberapa tahun belakangan yang tak kunjung sembuh. Serta pada seminggu terakhir korban merasa gelisah tidak memegang uang. Korban juga merindukan anak perempuannya yang tidak kunjung menjenguk, padahal 2 minggu sekali datang ke rumah.

“Korban punya riwayat penyakit diabet, darah tinggi dan batu ginjal,” tuturnya.

Selanjutnya pihak keluarga tidak menghendaki proses autopsi dan jenazah langsung di makamkan di TPU desa setempat. (is/yp)

News Feed