oleh

Diisukan Positif Corona, Pedagang Pasar Wringin Anom Diusir

Situbondo, (afederasi.com) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Situbondo bergerak cepat, menyikapi insiden pengusiran salah satu pedagang di pasar Wringin Anom Kecamatan Panarukan, Rabu (24/6/2020), lantaran dituding positif  virus corona. Langkah tegas itu diambil, lantaran apa yang terjadi berbau provokasi dan menimbulkan keresahan bagi pedagang yang diusir.

Belakangan diketahui, pedagang yang mendapatkan perlakuan diskriminatif itu bernama Hosniyati (60) warga Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan. Dirinya mengaku, jika pengusiran itu bermula dari isu yang menyebutkan jika dia dan keluarganya menderita corona, padahal semua itu tidak benar.

“Saya gak tahu isu itu dari mana, kok tiba-tiba keluarga saya dikabarkan seperti itu. Ini kata pedagang dan warga disekitar rumah saya katanya salah satu ketua RT yang menyampaikan, hingga akhirnya semua orang mengisukan kami kena corona. Saya gak terima kalau difitnah seperti itu,” terang Hosniyati, dihubungi melalui saluran telepon selulernya.

Masih menurut Hosniyati, tidak hanya di pasar, saat ini kondisi keluarganya di rumah juga dikucilkan warga. Padahal, apa yang diisukan itu tidak ada buktinya, dan tidak seperti yang dibicarakan banyak orang.

Baca Juga  Satpol PP Tertibkan PKL Trotoar

Untuk menepis tudingan warga ini, bahkan dirinya siap untuk dilakukan rapid test. Termasuk semua pedagang di pasar Wringin Anom juga harus dilakukan rapid test. “Selama pandemi covid ini saya juga tetap pakai masker, karena saya sendiri juga takut tertular,” tutupnya.

Sementara itu, juru bicara GTPP Covid-19, Dadang Aries Bintoro, menjelaskan jika persoalan di pasar Wringin Anom sudah ditindaklanjuti oleh Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kecamatan Panarukan. Satgas sudah melakukan langkah, berupa teguran kepada semua pihak dan kepala pasar, agar tetap menjaga kondusifitas dengan tidak mempercayai isu yang tidak jelas.

“Forkopimka sebagai bagian dari GTPP Covid-19 telah menindaklanjuti ke pasar Wringinanom. Kronologinya, Ibu H adalah pedagang pasar mempunyai kerabat yang bekerja sebagai tenaga kesehatan kamudian dianggap akan menyebabkan penularan covid. Pedagang pasar yang lain meminta agar ibu H melakukan protokol covid yaitu jaga jarak, tetapi ada ketersinggungan dari ibu H,” tulis Dadang Aries Bintoro.

Masih menurut Dadang, atas insiden itu, Forkopimka Panarukan telah memberi pengertian kepada semua pihak, tentang kewajiban protokol covid di pasar Wringinanom.

Baca Juga  Tersangka Penjegal Sarto, Terancam Hukuman Tujuh Tahun Penjara

“Semua pihak sudah menyadari dan Kepala Pasar Wringinanom juga berjadi secara berkala dan rutin memberikan sosialisasi, atau memantau kepada semua pedagang dan pembeli untuk menggunakan masker dan cuci tangan serta jaga jarak, jadi intinya Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan covid ini,” tulis Dadang lagi.(ari/am)

News Feed