oleh

Diduga Terhimpit Ekonomi, Warga Jatipandak Gantung Diri di Gubuk

Lamongan, (afederasi.com) – Saruwi (54), warga Desa Jatipandak Kecamatan Sambeng ditemukan tewas tergantung disebuah gubuk masuk pematang sawah Desa Nogojatisari. Diduga, pria paruh baya ini memilih mengakhiri hidupnya lantaran terhimpit permasalahan ekonomi.

Kapolsek Sambeng AKP M Thoyib melalui Kanit Reskrim Ipda Fahrur Rozi mengatakan, pasca menerima laporan dari masyarakat pihaknya langsung mendatangi lokasi.

“Kami menerima laporan dari masyarakat langsung mendatangi tempat kejadian dan melakukan olah TKP serta memintai sejumlah saksi,” jelasnya.

Menurut keterangan istri korban lanjut Fahrur Rozi, sebelum korban ditemukan tewas gantung diri, korban sempat pergi ke masjid bersama istrinya.

“Biasanya setelah sholat Subuh korban tinggal beberapa saat di masjid sebelum pulanh,” bebernya.

Masih kata Fahrur Rozi, seperti biasanya selepas sholat subuh, istri korban langsung pulang untuk memasak di dapur.

“Nah saat itu istri korban ini mendapat kabar dari keluarganya jika korban telah meninggal dunia gantung diri digubuk dipematang sawah,” ungkapnya

Selanjutnya kejadian tersebut disampaikan ke perangkat desa dan dilaporkan ke Polsek Sambeng guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga  Imbas Covid-19, UMK 2021 Trenggalek Ditetapkan Bulan Depan

“Dari keterangan pihak keluarga korban, diduga korban melakukan perbuatan gantung diri diakibatkan memikirkan masalah rumah tangganya atau masalah perekonomian keluarga, karena anaknya mengalami sakit Diabetes yang tidak kunjung sembuh,” jelasnya.

Fahrur Rozi menambahkan, korban tewas akibat gantung diri dengan ciri-ciri korban saat ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan memakai pakaian kaos pendek warna putih dan celana pendek warna hitam.

“Pihak keluarga korban juga menolak dilakukan otopsi yang disertai dengan membuat pernyataan,” tandasnya. (ra/yp)

News Feed