oleh

Diduga Serangan Jantung, Nelayan Asal Pekalongan Tewas Di Samudra Hindia

Sejumlah petugas dengan dibantu warga sekitar pantai popoh, mengevakuasi jasad korban dari kapal untuk dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung, Jawa Timur

Tulungagung, (afederasi.com) – KM Miridian Jaya asal Jakarta yang sempat berlayar di Samudera Hindia dengan koordinat GL 8.40° – GB 111.35° mendadak menepi ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pantai Popoh masuk Desa Besole Kecamatan Besuki pada Senin (09/09/2019) malam.

Hal itu dikarenakan adanya salah satu Anak Buah Kapal (ABK) yakni Agus Riyanto (42) warga Kelurahan Klego, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan,  Provinsi Jawa Tengah, telah meninggal dunia yang diduga karena terkena serangan jantung.

Kapolsek Besuki AKP Sumaji mengatakan, menurut keterangan nahkoda kapal yakni Kapten Suhanda (51) warga Desa Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, kejadian bermula ketika korban tengah menyusun ikan ke dalam kaleng ikan pada Minggu (08/09/2019) siang. Dan ketika Agus mengangkat kaleng-kaleng ikan tersebut, dia sempat mengeluh pusing.

“Setelah itu korban beristirahat dengan duduk bersandar pada kaleng ikan,” katanya.

Baca Juga  IHF Nobatkan RSUD dr Iskak, Sebagai Rumah Sakit Terbaik Dunia Bidang Layanan Publik

Beberapa menit kemudian lanjut Sumaji, tiba-tiba korban pingsan. Khawatir dengan kondisi korban, akhirnya nahkoda kapal memutuskan menepi ke bibir pantai. “Harapannya agar korban segera mendapatkan perawatan,” terangnya.

Sumaji melanjutkan, namun ditengah-tengah perjalanan ternyata korban sudah meninggal dunia pada Senin (09/09/2019) sekitar pukul 12.00 WIB. Kapal baru bisa bersandar di TPI Popoh sekitar pukul 18.00 WIB.

“Mendapat laporan tersebut, kami langsung mengevakuasi korban dan memeriksa sejumlah saksi,” ujarnya.

Hasil dari pemeriksaan sejumlah saksi, diduga kuat korban meninggal karena serangan jantung. Hal tersebut juga dikuatkan dengan keterangan saksi terkait riwayat kesehatan korban.

“Dari hasil visum luar pada tubuh korban, juga tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” imbuhnya.

Sumaji menambahkan, selepas korban mendapatkan pelayanan medis di RSUD dr Iskak, korban akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (ra/an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed