oleh

Diduga Melaju 100 km/jam, Bus Bagong Hilang Kendali dan Terguling

Tulungagung, (afederasi.com) – Kecelakaan tunggal yang melibatkan bus penumpang Bagong N 7189 UF terjadi di jalan umum masuk Desa Kepuhrejo Kecamatan Ngantru, Sabtu (10/10/2020). Diduga, bus naas yang dikemudikan Tri Eko Prima Arifin (33) warga Desa Banjarejo Kecamatan Ngadiluweh Kabupaten Kediri tersebut hilang kendali dan terguling saat melaju dengan kecepatan 100 km/jam.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun 10 penumpang termasuk pengemudi dan kondektur mengalami luka-luka. Selain itu, bangkai bus yang terguling sempat menutup badan jalan.

Salah satu penumpang bus Aan mengatakan, sebelum kecelakaan terjadi laju bus memang cukup kencang. Ia mempredikisi laju bus mencapai 100 km/jam. Kemudian setibanya di lokasi, tiba-tiba bus mengerem mendadak,

“Bus sempat berputar dua kali sebelum terguling,” katanya.

Sementara itu menurut penuturan pengemudi bus Eko, dirinya mengaku saat itu tidak menghindari apapun saat kejadian. Namun saat mengambil lajur kanan, tiba-tiba dari arah depan ada mobil lain yang berjarak sangat dekat.

“Saya mengerem mendadak, lalu bus lepas kendali,” katanya.

Baca Juga  Kejari Segel Aset Tersangka Korupsi PDAM

Ditempat yang sama, Kanit Laka Lantas Iptu Dion Fitriyanto mengatakan, menurut keterangan sejumlah saksi dan hasil olah TKP sementara, kecelakaan tersebut terjadi saat bus hendak mendahului kendaaraan yang ada didepannya. Karena bus melaju dengan kecepatan tinggi, akhirnya sopir bus tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya. Saat sopir hendak mengambil lagi lajur kiri, bus mengalami selip dan oleng lalu terguling ke aspal.

“Ditambah cuaca hujan, jadi kondisi jalan pasti licin,” katanya.

Dion melanjutkan, dari 10 penumpang yang berada dalam bus, 9 diantaranya mengalami luka ringan dan 1 orang luka berat. Semuanya juga sudah dilarikan ke RSUD dr Iskak.

Dalam kesempatan tersebut, Dion menghimbau kepada pengguna jalan agar tidak berkendara melebihi kecepatan 80 km/jam. Sebab disaat hujan, keadaan jalan menjadi licin dan kendaraan susah untuk dikendalikan, sehingga rawan kecelakaan. (az/yp)

News Feed