oleh

Dalami Dugaan Pelanggaran Jam Malam, Satpol PP Panggil Pengelola Kafe Maxy

Tulungagung, (afederasi.com) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akhirnya memanggil pengelola kafe Maxy, Senin (12/10/2020). Pemanggilan ini untuk menindaklanjuti temuan kepolisian, yang memergoki kafe dengan nama lama Yess, hingga Markas ini tetap beroperasi saat pemberlakukan jam malam pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Penegakan Perda dan Perbup Satpol PP Tulungagung Artista Nindya Putra mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pengelola kafe Maxy yakni Fajar ini mengaku saat penggrebekan pihaknya tidak sedang melayani tamu yang dikomersilkan.

“Pengakuannya, tamu yang berada di 1 room adalah teman dari pemilik kafe yang berkunjung ke tempat karaoke tersebut,” katanya.

Namun demikian lanjut Artista, dari pihak Satpol PP sudah menindak tegas atas perbuatan yang dilakukan pengelola kafe dengan memberikan sanksi pada pelaku usaha yang berwujud denda administrasi sebesar Rp 500 rb.

“Uang tersebut langsung disetorkan ke kas umum daerah,” imbuhnya.

Selain itu lanjut Artista, pihaknya juga meminta pengelola atau penanggung jawab kafe untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Baca Juga  Viral! Video Permintaan Maaf Mantan Caleg Ajak Karyawati Tenggak Miras Hingga Berhubungan Intim

“Nah, untuk kasus Maxy ini sudah ada titik terangnya. Apalagi, teman-teman kepolisian juga tidak menemukan unsur pidananya,” pungkasnya.

Sebelumnya, anggota Polres Tulungagung melakukan penggerebekan terhadap kafe Maxy yang berada di Jalan Soekarno-Hatta masuk Kelurahan Kutoanyar Kecamatan Tulungagung ini. Pasalnya, kafe yang dulu bernama Yess dan sempat berganti nama lagi menjadi Markas tersebut nekat beroperasi ditengah larangan jam malam.

Bahkan hal tersebut sempat mendapat kecaman keras dari LSM AMPTA. Sebab, disaat anak-anak sekolah belum boleh masuk, namun kafe-kafe sudah ada yang nekat buka. (er/yp)

News Feed