oleh

Curiga atas Kematian Sang Istri Berdarah, Suami Minta Polisi Gali Kuburnya

Situbondo, (afederasi.com) – Curiga istrinya mati tidak wajar, Tolak (52)  warga Desa Olean, Kecamatan /Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, meminta kepolisian untuk menggali makam Suada, istrinya untuk dilakukan otopsi. Menanggapi permintaan itu, Inavis Polres Situbondo akhirnya melakukan penggalian pada Sabtu (5/9/2020). Padahal wanita berusia 50 tahunan itu sudah dimakamkan sejak 15 hari lalu.

Pantauan dilokasi, penggalian makam ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, AKP Agus Widodo, Kapolsek Kota Situbondo, Iptu Efendi Nawawi, Tim Inafis, Tim medis RSUD Abdoer Rahem, Babinsa serta menyiagakan puluhan personel polres Situbondo untuk melakukan pengamanan.

Ditemeui usai proses penggalian, Tolak, yang mendasari untuk melakukan otopsi terhadap jasad istrinya itu, mengaku didasari rasa kecurigaan atas kematian istrinya. Dirinya mencontohkan, jika pada saat kenduang dimandikan ada darah segar yang masih keluar dibagian punggung, bagian mata yang lebam serta luka memar pada bagian tubuh lainnya.

“Saat ditemukan, pada jasad istri saya itu ada luka lebam pada bagian mata, mulutnya berbusa dan lebam-lebam. Bahkan saat dimandikan itu keluar darah segar. Tapi lukanya dari mana saya tidak tahu,” beber Tolak.

Baca Juga  Kakek Tanpa Identitas Diketemukan Tak Bernyawa, Diduga Ini Penyebabnya

Berdasarkan kecurigaan itu, lanjutnya, untuk memastikan penyebab kematiannya itu, ia bersama keluarga kemudian sepakat meminta kepada polisi untuk dilakukan otopsi dengan cara membongkar kembali kuburan istrinya.

“Otopsi ini untuk memastikan penyebab kematiannya. Sebab, selain ada memar dan darah segar, juga ada pengakuan dari pria berinisial H yang mengajak korban ke TKP. Namun informasi dari Polsek bukan pembunuhan atau penganiayaan. Jadi kecurigaan itulah yang mendasari saya minta otopsi,” tandas Tolak.

Diketahui, polisi sebenarnya sudah memgabil langkah tepat, yaitu  melakukan visum oleh tim medis dan Inafis polres Situbondo, kemudian oleh pihak kepolisian sektor (Polsek) Panarukan jasad korban yang ditemukan dalam kondisi terlentang di pematang sawah di TKP persawahan Dusun Pathek Timur Desa Duwet Kecamatan Panarukan, tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan ataupun penganiayaan yang terdapat pada tubuh korban.

Kasat reskrim polres Situbondo, AKP Agus Widodo yang turun langsung ke lapangan membenarkan, bahwa otopsi terhadap jasad korban merupakan permintaan keluarga.

“Ini atas permintaan keluarga. Untuk hasilnya, kita tunggu hasil dari kerja tim medis yang melakukan otopsi,” pungkas AKP Agus Widodo.

Baca Juga  Warga Watualang Digegerkan Temuan Mayat Mengapung di Bengawan Solo

Sebelumnya, Warga Dusun Pathek Timur Desa Duwet Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mendadak digegerkan penemuan mayat seorang perempuan dengan kondisi telentang di pematang sawah.

Selanjutnya, penemuan mayat yang diketahui bernama Suada (50) warga Dusun Kandang Desa Olean Kecamatan Situbondo oleh warga setempat dilaporkan ke aparat Polsek Panarukan.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis RSUD Abdoer Rahem dan tim Inafis, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh korban.(ari/am)

News Feed