oleh

Curah Hujan Tinggi, Dua Desa Terendam Banjir

Banyuwangi, (afederasi.com) – Curah hujan tinggi yang terjadi pada Senin (12/10/2020) menyebabkan dua desa yang ada di Kecamatan Pesanggaran, yaitu Desa Kandangan dan Desa Sarongan terendam banjir.

Ketinggian air selain menggenangi perumahan warga, juga merendam tanaman padi dan buah naga milik petani.

Nampak sejumlah warga yang rumahnya terdampak banjir, sejak pagi harus bekerja keras membersihkan lumpur yang mengendap di rumahnya. Warga juga harus bersabar menunggu air yang menggenang kebunnya surut.

“Mulai subuh membersihkan rumah dan seluruh perabotan yang terendam banjir,” ujar Suroso (52) warga Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran.

Untuk membersihkan rumahnya itu, warga menggunakan peralatan seadanya seperti alat pembersih lumpur, selang, dan ember. “Air menggenang karena saluran air tertutup lumpur, air disedot pakai mesin pompa,” katanya seraya menyebut perabotan rumahnya banyak yang basah.

Salah satu petani buah naga di Dusun Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Wastono mengatakan tanaman buah naga miliknya seluas dua hektare tergenang air semua. Air yang membanjiri kebunnya itu ketinggian mencapai 30 centimeter.

Baca Juga  Pohon Berusia Ratusan Tahun Tumbang, Jalur Kedoyo-Geger Tertutup

“Sebelumnya tinggi air mencapai satu meter, sekarang sudah surut dan tinggal 30 centimeter,” ungkap lelaki 47 tahun tersebut.

Selain merendam lahan buah naga, jelas dia, air juga menggenang persawahan milik warga. Setidaknya ada sekitar 25 hektare milik warga Desa Kandangan yang terendam air.

“Ini terancam banyak yang gagal panen, padahal saat ini juga dilanda Pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Ia berharap genangan air tersebut cepat surut agar tidak merusak dan membuat busuk tanaman buah naga miliknya. Untuk air yang menggenangi lahannya itu, ia tidak dapat berbuat banyak selain menunggu air banjir surut sendiri.

“Semoga saja banjir tidak membuat hasil panen buah naga menurun,” harapnya.

Sementara itu Kepala Desa Kandangan, Riyanto, menambahkan banjir yang melanda dua desa itu merupakan banjir langganan. Setiap hujan deras, air mengalir melewati jalan raya dan menggenangi rumah warga. Beruntung air yang menggenangi rumah warga tidak begitu parah.

“Memang sudah langganan air menggenang,” terangnya. Air langsung surut ketika hujan berhenti, namun juga membuat beberapa infrastruktur di desanya rusak. Seperti plengsengan sungai sepanjang 20 meter ambrol,” pungkasnya. (ron/dn)

News Feed