oleh

Burung Puter Pelung, Tren Budidaya Anak Muda

Tulungagung, (afederasi.com) – Terdengar ratusan kicau burung puter pelung yang tergantang di bawah terop menyanyikan nada penuh harmoni. Dari kejauhan terlihat puluhan pemuda menyoraki agar burung puter pelung miliknya berkicau tanpa rasa malu. Selain kicau yang merdu, ternyata burung puter pelung merupakan burung asli Indonesia yang memiliki nilai jual yang tinggi hingga ratusan juta.

Anggota Perkumpulan Penggemar Puter Pelung Seluruh Indonesai (P4SI) Kabupaten Tulungagung, Janur Kusumo mengatakan, ditengah pandemi Covid-19 ini berternak burung puter pelung ini merupakan salah satu bentuk usaha yang sangat menjanjikan.  Melihat adanya peluang usaha, membuat ratusan pemuda tertarik untuk budidaya burung tersebut.

“Harga puter pelung selama pandemi Covid-19 semakin meningkat. Dari sinilah banyak pemuda yang tertarik menggeluti budidaya puter pelung,” tuturnya.

Pria berudeng khas jawa itu mengaku, dulunya puter pelung merupakan hobby kalangan orang tua saja. Tetapi untuk saat ini, banyak kaula muda khususnya di Tulungagung yang mendominasi hobby budidaya puter pelung. Ada 200an lebih pembudidaya puter pelung yang sudah terdata oleh P4SI Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga  SKK Migas Jabanusa Gandeng PWI Jatim Gelar Lomba Karya Jurnalistik

“Karena harga jual yang sangat menjanjikan, maka para peternak muda saling berlomba untuk mempertahankan kualitas anggungan (kicau-RED) puter pelungnya,” ujarnya.

Kusumo menambahkan, jika dulunya burung puter pelung dibandrol dengan harga mulai dari puluhan hingga ratusan ribu per ekornya. Kini, harga per ekor puter pelung bisa mencapai jutaan. Apalagi, jika burung puter pelung tersebut memenangkan kontes perlombaan harganya bisa melambung jauh hingga capai Rp. 360 juta. Saking banyaknya peminat burung puter pelung, tidak seperti dulu, saat ini di pasar pun sangat sulit mencari puter pelung.

“Ini memang lagi trennya dan semoga bisa bertahan lama. Bahkan untuk mecari puter pelung dipasaran saja sangat sulit sekali,” terangnya.

Pria asal Kecamatan Kalidawir itu menjelaskan, beberapa waktu lalu diselenggarakan lomba burung puter pelung Kodim Cup Tulungagung. Burung puter pelung pemenang dari perlombaan tersebut langsung dibeli dengan harga Rp 360 juta oleh penghobi asal Tulungagung yang tidak mau disebutkan namanya. Nantinya juga akan ada lagi lomba puter pelung Bupati Cup Tulungagung pada tanggal 29 September 2020.

Baca Juga  Temukan Satu Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19, Puluhan Pedagang dan Pembeli di Pasar Burung Jalani Rapid Test

“Lomba itu sangat penting sekali dalam meningkatkan harga jual puter pelung. Jika juara maka kualitas puter pelung sudah teruji,” paparnya.

Adapun, Ketua 2 Bidang Lomba Nasional P4SI, Agus Waluyo mengungkapkan, peminat burung puter pelung semakin meningkat. Budidaya puter pelung, selain hobi juga bisa dijadikan sebagai kesempatan bisnis. Bahkan dalam skala Nasional, transaksi penjualan puter pelung perbulannya bisa mencapai angka milyaran rupiah.

“Puter pelung merupakan hobi yang memberikan pendapatan tambahan,” ungkapnya.

Untuk bisa menghasilkan burung puter pelung yang memiliki harga jual tinggi dan berkualitas, prosesnya cukup panjah dan rumit. Pasalnya, para pembudidaya harus menyeleksi dari genetika dan perawatannya cukup sulit. Selain itu, jika burung puter pelung bisa memenangi kontes perlombaan harga jualnya bisa mempengaruhi harganya. Banyaknya pembudidaya puter pelung apalagi yang mendominasi para pemuda, bisa membuka peluang bisnis bagi pembudidaya puter pelung.

“Ada sekitar 200 peternak muda dari Tulungagung,” pungkasnya. (aziz/am)

News Feed