oleh

Bulog Jadi Suplier Beras BPNT

Tulungagung, (afederasi.com) – Ditunjuknya Bulog Cabang Tulungagung sebagai suplier beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan kualitas premium. Penunjukan itu didasari lantaran pendistribusian beras BPNT selama ini selalu bermasalah, salah satunya yaitu kualitas beras yang buruk. Oleh karena itu, Dinas Sosial Tulungagung merencanakan menunjuk Bulog sebagai suplier beras BPNT. (16/10/2020)

Suyanto Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, menjelaskan, ditunjuknya Bulog sebagai suplier beras karena hanya Bulog yang memiliki alat untuk mengecek quality control beras. Oleh karena itu berarti kualitas beras yang akan didistribusikan oleh Bulog terjamin kualitasnya.

“Terkait beras itu kategori premium atau medium itukan Bulog yang bisa menentukan. Kalau suplier lain apa bisa menentukan beras itu kategori apa. Makanya Bulog yang ditunjuk,” kata Suyanto

Masih dalam penjelasan Suyanto, secara teknis nanti Bulog akan menjadi suplier beras tunggal dari setiap pemasok (CV) yang ada di Tulungagung, sebelum diterima oleh setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Suyatno melanjutkan, langkah yang direncanakannya dilakukan lantaran Pedoman Umum (pedum) dirasa masih mengambang. Sehingga pembuatan Petunjuk Teknis (juknis) dirasa cukup vital dalam pendistribusian bantuan BPNT.

Baca Juga  Petakan Kerawanan Pilkada 2020, TNI/Polri dan Forkopimda Gelar FGD

“Yang disepakati kemarin, berasnya premium SNI. Jadi nanti pemasok datang ke Bulog untuk ambil berasnya katakanlah 50 Kg, baru setelah itu di repack oleh masing-masing pemasok, baru didistribusikan ke masyarakat. Dan pemasok harus memiliki gudang, itu salah satu syaratnya,” jelasnya.

Lanjut Suyanto, karena pengemasan dan pelabelan dilakukan oleh masing-masing CV. Menurut Suyanto hal itu nantinya akan mempermudah dalam pengawasan beras, sehingga jika KPM menerima beras yang memiliki kualitas buruk. Pihaknya bisa segera mengetahui kesalahan yang telah dilakukan CV, melalui komplain masyarakat yang dilayangkan ke CV tersebut.

“Kalau ketahuan ternyata ada komplain dari KPM terkait kualitas beras. Sudah jelas itu CVnya yang bermasalah tidak sesuai dengan aturan yang disepakati. Kalau sudah gitu tinggal CVnya tinggal diberhentikan. Karena itu tanggung jawab CV,” lanjutnya.

Suyanto bahkan mengaku, rencana itu sudah dilakukan koordinasi bersama Timkor pada bulan kemarin. Alhasil, Timkor juga menyepakati keputusan ini, dikarenakan hanya Bulog yang memiliki quality control.

Junaidi Kepala Bulog Cabang Tulungagung, mengaku, sempat diundang ke rapat Timkor dalam mempersiapkan Jukni yang berujung ditunjuknya Bulog sebagai suplier beras. Menurutnya, pihaknya menerima tawaran itu dikarenakan core bisnisnya ada pada komoditi beras.

Baca Juga  Chekpoin Trenggalek Bakal Dievaluasi

“Karena kami yang dipercaya, jadi tidak mungkin kami tidak melayani. Apalagi itu peluang untuk Bulog,” jelas Junaidi.

Junaidi menjelaskan, sebelumnya Bulog memang pernah menjadi manager suplier beras BPNT. Namun, dikarenakan saat itu ada tranporternya membuat kualita beras saat diterima KPM berbeda dengan kualitas beras saat berada di Bulog. Junaidi mengaku, setelah dilakukannya surve ternyata diketahui beras dari Bulog rawan dioplos oleh transporter.

“Kemarin kita sepakati, kalau sudah terdaftar di Tim, masing-masing pemasok akan ambil beras sendiri di Bulog. Jadi nanti sudah tidak ada transporter lagi,” ujarnya.

Junaidi melanjukan, jika nantinya ditemukan komplain dari KPM. Pihaknya bisa langsung melakukan pemeriksaan beras yang ada pada pemasok.

“Repacknya ditempat mereka, waktu ambil dari kita kan ada sampelnya. Nah kalau terjadi komplain tinggal kita samakan dengan sampelnya,” tutupnya. (az/am)

News Feed