oleh

Beri Pelajaran Pemotor yang Bermain Gas, Satu Pria Malah Diciduk Polisi, Lima Lainnya Buron

Tulungagung, (afederasi.com) – Niat HR (24), warga Kelurahan Tertek Kecamatan Tulungagung Kota untuk memberikan pelajaran kepada dua pemuda yang bermain gas sepeda motor (blayer-blayer) malah mengantarkannya ke jeruji besi.

Pasalnya, HR dan kelima temannya yang kini masih dalam pengejaran ini melakukannya dengan cara yang salah, yakni dengan mngeroyok dua pemuda yang bernama Tantowi (20) warga Desa Serut Kecamatan Boyolangu dan Jefri Agung Aji Saputra (24) warga Desa/Kecamatan Kalidawir.

“HR berhasil ditangkap pada Selasa (4/8/2020) di rumahnya,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Humas Bripka Endro Purnomo.

Endro mengatakan, kejadian tersebut bermula saat salah satu teman dari tersangka HR ini sedang duduk-duduk di pinggir jalan masuk Kelurahan Sembung pada Kamis (23/7/2020) malam. Setelah itu, tiba-tiba kedua korban melintas di jalur tersebut dengan memainkan gas sepeda motornya.

“Sontak, hal ini membuat teman HR tersinggung,” katanya.

Endro melanjutkan, selanjutnya teman HR yang kini masih dalam pengejaran ini kemudian menghubungi HR dan empat temannya yang lain. Kemudian keenamnya sepakat mencari dua pemuda tersebut untuk memberikan pelajaran.

Baca Juga  Epilepsi Kambuh, Pemuda Ini Tewas Terpeleset dan Tenggelam di Sungai Ngrowo

“Setelah dicari di area pinggir kali (Pinka) Sungai Ngrowo, akhirnya korban berhasil ditemukan pada Jum’at (24/8/2020) sekitar pukul 00.15 WIB,” terangnya.

Selanjutnya, HR dan teman-temannya yang sudah emosi langsung menghajarnya. Kemudian, para pelaku meninggalkan korban.

“Tak terima dengan perlakuan para pelaku, akhirnya korban melaporkan kejadian pengeroyokan tersebut ke Polsek Tulungagung Kota,” imbuhnya.

Berbekal aduan tersebut lanjut Endro, petugas langsung melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi termasuk korban diperiksa secara intensif. Hasilnya, petugas berhasil mengantongi salah satu identitas pelaku.

“Identitas dan rumah HR sudah diketahui, tetapi ia kerap tidak ada di rumah,” katanya.

Hingga pada akhirnya, petugas mendapat informasi jika pada Selasa (4/8/2020) jika HR sedang berada di rumah. Tak mau kehilangan momentum, petugas langsung mengamankannya.

“Selanjutnya, HR digelandang ke Mapolsek,” ungkapnya.

Kepada petugas, HR mengaku hanya memukul sekali kepada korban. Menurutnya, ia ikut melakukan pengeroyokan karena dimintai pertolongan oleh temannya.

“Dari keterangan HR ini, kami juga sudah mengantongi identitas kelima pelaku yang lain,” imbuhnya.

Baca Juga  Tanyakan Perkembangan Laporan, Perwakilan Toga/Toma Kembali Datangi Mapolres

Endro menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya juga masih berupaya mengejar kelima pelaku yang saat ini dalam pengejaran.

“Kami berharap, para pelaku ini segera menyerahkan diri,” harapnya.

Atas perbuatannya, HR bakal dijerat dengan pasal 170 ayat 1 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama. (yp)

News Feed