oleh

Beredar Rumor Anggota Polantas Tandes Minta Uang Parkir, Wakapolrestabes : Ini hanya salah paham

Surabaya, (afederasi.com) – ­Beredarnya rumor terkait permintaan uang parkir sebesar Rp 1,2 juta yang diduga dilakukan oleh anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polsek Tandes ternyata hanyalah salah paham. Hal tersebut diungkapkan Wakapolrstabes Surabaya AKBP Hartoyo pada Jum’at (24/7/2020).

“Ini hanya salah paham, yang meminta uang parkir bukanlah anggota Polantas Polsek Tandes,” tegas AKBP Hartoyo kepada afederasi.com.

Hartoyo menjelaskan, awal mula kesalahpahaman tersebut terjadi pada Sabtu (20/7/7070) yang lalu. Ketika itu, Unit Lantas Polsek Tandes sedang melakukan operasi di Jalan Raya Tandes, Surabaya.

“Saat itu petugas menghentikan sebuah mobil Toyota Kijang Nopol N 1516 YD yang dikemudikan oleh Ferdy,” katanya.

Selanjutnya, setelah dilakukan pengecekan kelengkapan surat-surat ternyata Ferdy ini tidak memiliki SIM dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) mobilnya mati. Otomatis, polisi yang bertugas saat itu langsung melakukan tindakan tilang.

“Nah, saat itu pengemudi mobil (Ferdy-red) langsung pergi meninggalkan lokasi tanpa meninggalkan nomor ponsel setelah di tilang petugas,” bebernya.

Hartoyo melanjutkan, karena lahan parkir di Unit Lantas Polsek Tandes sudah penuh, akhirnya mobil tersebut dititipkan ke parkiran umum milik warga. Adapun biayanya ditentukan oleh pemilik lahan.

Baca Juga  Kecanduan Game Online, Tiga Pemuda Gasak Kotak Amal dan Tabung Elpiji

“Esoknya ketika pemilik mobil datang, petugas menyampaikan jika mobilnya dititipkan ke tempat parkir umum milik warga dan menyarankan pemilik mobil untuk membayar biaya sewa lahan parkir,” terangnya.

Masih menurut Hartoyo, hal inilah awal muncul kesalahpahaman. Seolah-olah polisi yang meminta uang parkir. Padahal anggota hanya menyampaikan informasi saja. Bahkan, pemilik kendaraan juga belum menyerahkan uang parkir ke pengelola lahan.

“Jadi ini hanya miss komunikasi saja, antara anggota Polsek Tandes dengan pemilik mobil,” katanya.

Meski demikian lanjut Hartoyo, pihaknya akan mengevaluasi Unit Lantas Polsek Tandes karena tidak memberi penjelasan yang tepat kepada masyarakat sehingga muncul salah paham. (al/yp)

News Feed