oleh

Bentrok, 10 Rumah, 15 Kios dan Dua Mobil Dirusak

Situbondo, (afederasi.com) – Bentrok warga dengan anggota pencak silat di Desa Kayu Putih Kecamatan Panji, Situbondo Jawa Timur yang menyebabkan lima warga terluka, berlanjut hingga Senin (10/8/2020) dini hari.

Pengrusakan itu terjadi sekira pukul 02.00 WIB, tepatnya satu jam setelah aparat TNI Polri yang berjaga pasca bentrokan berjaga hingga pukul 01.00 Wib. Warga menduga pelaku pengursakan oleh puluhan orang ini, adalah kelompok yang sama yang sebelumnya bentrok dengan warga.

Informasi yang diperoleh, kelompok ini merusak sedikitnya 10 rumah, 15 kios, tiga mobil, termasuk satu kios bensin dibakar.

“Itu dirusak dengan cara melempar batu, konter hp milik Mas Alek itu juga dirusak. Warga sendiri tidak bisa melawan karena saat kejadian sebagian besar sudah kembali tidur,” jelas salah satu warga Abdul Wagih.

Masih menurut Abdul, sebelumnya bentrokan terjadi di seberang jalan dan itu masuk wilayah Desa Kayu Putih, Kecamatan Panji. Pada insiden kedua kalinya, terjadi di sisi barat jalan dan itu masuk wilayah Desa Tribungan Kecamatan Mangaran.

Baca Juga  Tiga Warga Binaan Rutan Situbondo Terpapar Corona

Seperti diketahui, sebelum aksi pengrusakan ada aksi perkelahian yang dipicu pencabutan bendera merah putih di sebuah kios bensin, segerombolan anggota salah satu perguruan pencak silat terlibat bentrok dengan warga Desa Kayuputih Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo Jawa Timur.

Akibat dari bentrok tersebut, sedikitnya lima warga Desa Kayuputih menderita lebam dan luka luka. Sedang, dua dari gerombolan pencak silat yang belakangan mengaku sebagai anggota PSHT berhasil diamankan ke Mapolres Situbondo untuk dimintai keterangannya.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi sore hari. Saat berkonvoi dengan mengendarai sepeda motor melintasi jalan raya di Desa Kayuputih, salah satu dari anggota perkumpulan pencak silat itu berhenti di kios bensin milik Helmi yang kebetulan dijaga Zainal Abidin, dan kemudian diambilnya.

Tahu begitu, Zainal Abidin langsung menegurnya. Diduga tak terima ditegur, gerombolan perguruan pencak silat yang saat itu sedang melakukan konvoi, kemudian turun dan langsung melakukan pengeroyokan. Bahkan melakukan pelemparan dengan batu hingga membuat Zainal Abidin, Helmi, Abdul Malik, Suwarno, Saifur Rahman menderita lebam dan luka dibagian hidung dan kepalanya dan langsung dirawat di rumah sakit.

Baca Juga  PSHT Hentikan Sementara Proses Latihan

Waka Polres Situbondo, Kompol M Zein, membenarkan adanya insiden yang terjadi tersebut, dan pihaknya bersama TNI dan Pemerintahan langsung melakukan koordinasi dengan ketua perguruan pencak silat agar situasi Kamtibmas kondusif.

“Dari bentrok tersebut, ada tiga orang warga yang dirawat di rumah sakit. Namun kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang,”katanya.

Agar tidak timbul kegaduhan susulan, lanjutnya, maka pihak kepolisian akan melakukan penanganan secara prosedural dengan melakukan pemeriksaan dan dihimbau kepada masyarakat tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.(ari/am)

News Feed