oleh

Belasan Warga Karangrejo Reaktif Rapid, Usai dilakukan Uji RDT

Tulungagung, (afederasi.com) – Tercatat sedikitnya ada 15 warga di satu desa masuk Kecamatan Karangrejo diketahui reaktif seusai dilakukannya uji Rapid Diagnostic Test (RDT). Hal itu merupakan temuan dari hasil tracing (penelusuran) terhadap pasien dalam pengawasan (PDP).

“Iya benar kini total ada 15 warga Kecamatan Karangrejo yang diketahui reaktif dari hasil uji RDT, dan sudah kami lakukan karantina di rusunawa IAIN Tulungagung,” ungkap Wakil juru bicara satuan gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro, Kamis (4/6/2020).

Galih menjelaskan, awalnya pasien berinisial RA asal Kecamatan Karangrejo ini mengeluh sesak, batuk serta memiliki gejala pneumonia dan menjalani perawatan di RSUD dr Iskak Tulungagung. Dengan gejala klinis tersebut, petugas menetapkannya sebagai PDP dan dilakukan rapid diagnostic test (RDT). Hasilnya RA reaktif rapid.

Untuk itu petugas melakukan tracing ke puluhan orang yang pernah kontak dengan RA. Ini terdiri dari keluarga dan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya. Hasilnya petugas menemukan 14 orang lainnya yang juga reaktif rapid.

Baca Juga  Hasil Tracing MA Pasien Covid-19, Dua Orang Dilaporkan Positif Rapid Test

“Ada sekitar 32 yang kami lakukan RDT, dari jumlah itu kami menemukan 14 orang reaktif rapid. Termasuk keluarga dan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Hingga kini, petugas masih terus melakukan tracing lebih lanjut. Dikarenakan petugas belum dapat memastikan sumber penularan. Ini karena dari 14 orang reaktif rapid, petugas menemukan satu orang yang tinggal serumah dengan RA dengan hasil rapid immunoglobulin G (IgG). Yang mana artinya masa infeksi sudah lebih dari 14 hari.

Sementara 13 lainnya dengan hasil rapid immunoglobulin M (IgM), artinya masa infeksi masih 7 hingga 14 hari. Sehingga resiko penularan masih dimungkinkan.

Selain itu, dari hasil tracing, petugas juga mendapat informasi, jika suami RA memiliki riwayat Perjalanan Daerah Transmisi (PPDT) dari Surabaya.

“Dari informasi yang kami dapat jika suami RA ini bekerja di Surabaya. Setiap akhir pekan pulang ke Tulungagung. Untuk itu sumber penularan masih kami telusuri lagi,” ujarnya.

Rapid test ini merupakan metode screening awal untuk mendeteksi antibodi. Yaitu immunoglobulin G (IgG) dan immunoglobulin M (IgM), yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus.  Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus. Untuk itu ketika hasil rapid menunjukkan reaktif, atau menunjukkan adanya antibodi maka dapat diindikasikan tubuh sedang terpapar virus.

Baca Juga  Bupati Pantau Kesiapan Puskesmas Penyangga Guna Tangani PDP Covid-19

“Jadi ketika diketahui hasil RDT menunjukkan reaktif, belum tentu orang tersebut positif Covid-19. Untuk mengetahui orang positif Covid-19, maka perlu dilakukan pengambilan swab guna dilakukan uji dengan metode polymerase chain reaction (PCR),”jelasnya.

Meskipun saat ini telah menemukan belasan warga yang reaktif, Galih menegaskan jika hal ini sebagai upaya antisipasi awal. Sebab pasien berinisial RA belum terkonfirmasi terinfeksi coronavirus disease (Covid-19).

“Perlu ditegaskan bahwa RA ini belum terkonfirmasi positif Covid-19. Jadi ini langkah kami untuk melakukan tracing terlebih dahulu,” pungkasnya. (an)

News Feed