oleh

Antisipasi Rasa Trauma Pasca Insiden PSHT, DP3A dan Dinsos Lakukan Trauma Healing

Situbondo, (afederasi.com)Dinas Sosial dan  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) mengambil langkah antisipasi trauma masyarakat pasca insiden pengrusakan rumah, mobil dan pemukulan beberapa hari lalu.

Langkah tersebut berupa kegiatan trauma healing dengan tujuan untuk mengurangi rasa trauma warga pasca indsiden tersebut.

“Ini adalah inisiatif dari Pemerintah, melihat kejadian ini khususnya untuk anak, memang kami langsung melangkah, dengan menyiapkan pendamping psikologi, pendamping sosial, untuk melihat seberapa besar potensi trauma yang diakibatkan,” terang Kepala DP3A, Imam Hidayat kepada wartawan, Rabu (12/8/2020).

Masih menurut Imam, selain memberikan pelayanan pemulihan psikologi dan sosial, pihaknya juga memberikan fasilitas edukasinya, berupa buku cerita dan mainan untuk anak-anak. Selain itu, pihaknya juga menyediakan makanan bernutrisi untuk menjaga kesehatan anak.

Apakah ada anak dan ibu yang mengalami trauman?. Psokolog dari DP3A, Laily Abidah menegaskan, jika berdasarkan hasil analisa sementara belum menemukan hal tersebut. Meski demikian, kondisi itu harus terus dipantau setiap saat untuk memastikan bahwa mereka tidak mengalami rasa trauma.

Baca Juga  Balawangi dan Formiga Minta Usut Tuntas Kasus Pengrusakan

“Hasil obeservasi tadi mereka masih cukup baik, bisa tidur, makan dengan rutin, merespon dengan baik. Tetapi kita masih terus melakukan observasi lanjutan, untuk memastikan bahwa dalam waktu panjang kedepan peristiwa ini tidak mempengaruhi kondisi anak maupun ibu,” bebernya.

Sementara itu, salah satu ibu rumah tangga yang ikut dalam kegiatan Trauma Healing ini, mengaku jika kegiatan itu sangat bermanfaat, baik bagi dirinya maupun kedua anaknya.

“Ya kami bersyukur ada kegiatan ini, anak kami bisa terhibur. Yang jelas waktu kejadian anak saya juga sempat melihat karena saya sempat membuka pintu. Tetapi setelah itu, saya tutup kembali pintunya. Alhamdulillah, sampai saat ini kondisi anak kami baik-baik saja,” terangnya.

Seperti diketahui, Desa Tribungan Kecamatan Mangaran dan Desa Kayu Putih Kecamatan Panji, menjadi tempat terjadinya peristiwa pemukulan dan perusakan, yang dilakukan oleh segerombol orang, pada Senin (9/82020) lalu.(ari/am)

News Feed