oleh

Anggota F-PDIP Resmi Dilaporkan Polisi, Tunggu Saja Tindakan Kapolres Seperti Apa

Tulungagung, (afederasi.com) – Kapolres AKBP Eva Guna Pandia dihadapkan dengan tokoh agama dan masyarakat untuk mengusut tuntas peristiwa di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso (29/05/2020) petang, yang berhubungan dengan anggota F-PDIP DPRD setempat periode 2019-2024, Suharminto alias Bedud.

Meski korp baju cokelat sudah melakukan serangkaian penyelidikan. Bahkan Suharminto dan temanya Yoyok yang ikut ke pendopo sudah dimintai keterangan. Nampaknya sebagian tokoh agama dan masyarakat terkesan masih meragukan dalam penanganan kasus ini.

“Kami membuat laporan tersendiri, tetapi kami pastikan esensinya berbeda dengan aduan yang dibuat dari teman-teman Satpol PP,” tegas  Heri Widodo usai melaporkan di Mapolres, (08/06/2020) pukul 10.00 WIB.

Dalam laporan tersebut, Heri Widodo juga praktisi hukum didampingi oleh puluhan tokoh agama dan masyarakat, diantaranya ketua MUI KH Hadi M Mahfudz, KH Mahrus Maryani (Ponpes HM Ngunut), Gus Robet Wahidi, H Efendi Aris, H Hery Widodo, H Purnomo, M Chamim Badruzaman (mantan ketua DPRD), Ustd Minhajun Niam, H Rahadian, dan lain sebagainya.

Heri Widodo menjelaskan laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres setempat juga dibuatkan surat tanda bukti pengaduan nomor: STPP/162/VI/RES.1.24./2020/Reskrim tertanggal 8 Juni 2020 yang diterima langsung oleh Aiptu Sudatik.

Baca Juga  Polres Tulungagung Bangun Masjid Baru Senilai Rp 1 Miliar

“Tanpa melihat siapa pelakunya, siapa orang yang ada dibelakangnya, SM (Suharminto-red) adalah sama dengan subyek hukum yang lain,” tegas Hery Widodo.

Masih menurut Heri Widodo, dalam surat tanda bukti pengaduan juga tertera sejumlah pasal sebagai dasarnya, yaitu dugaan perbuatan keributan di muka umum, memasuki perkarang orang lain tanpa hak dan merusak barang orang lain. Pasal 154 Jo pasal 160 Jo pasal 167 Jo pasal 168 ayat (1) Jo pasal 168 ayat (2) Jo Pasal 170 ayat (1) Jo pasal 172 Jo 200 Jo pasal 207 Jo pasal 212 Jo pasal 216 Jo pasal 281 Jo pasal 406 ayat (1) Jo pasal 429 ayat (1) Jo pasal 489 ayat (1) Jo pasal 492 ayat (1) Jo pasal 503 Jo pasal 512 ayat (1) Jo pasal 536 ayat (1).

Purnomo ketika membacakan isi petisi di Mapolres

Heri menambahkan, laporan yang dibuatnya ini memiliki substansi yang berbeda berikut pasal-pasalnya. Sebab, jika mengacu dari aduan yang dibuat teman-teman dari Satpol PP, pihaknya kuatir kasus ini akan menguap begitu saja. Terlebih, jeratan hukum dari aduan Satpol PP sangat ringan.

Baca Juga  Dua Bacabup Merapat ke Golkar, Siapa Mereka

“Jika melihat laporan dari Satpol PP, sangat memungkinkan SM dan temannya YY akan bebas dari jeratan hukum,” katanya.

Padahal lanjut Heri, aksi SM dan YY ini dinilai sudah menghina simbol negara. Sebagai anggota legislator berteriak-teriak, mengancam dengan ucapan yang kotor di Pendopo  Untuk menguatkan laporannya ini, Heri mengaku pihaknya memiliki cukup bukti seperti foto, rekaman video saat kejadian.

“Kalau nanti penyidik meminta itu, pasti akan kami berikan,” tukasnya

Seperti yang diberitakan, Suharminto menegaskan dirinya tidak melalukan pecah botol minuman keras dan toples di pendopo. Adik kandung mantan ketua DPRD Supriyono itu mengaku jauh dari meja.

“Saat itu saya berada di pintu masuk ruang staf bupati,”ujar Suharminto ketika berada di kantor afederasi.com, (04/06/2020). (yp/am)

News Feed