oleh

Anak Gelar Pesta Ditengah Pandemi, Kades Karangsari Diperiksa Polisi

Tulungagung, (afederasi.com) – Kepala Desa (Kades) Karangsari Kecamatan Rejotangan Hariyanto harus mondar-mandir memenuhi panggilan aparat penegak hukum.

Hal ini dikarenakan, anak perempuannya yang berinisial CB (23) menggelar pesta ulang tahun yang sangat meriah di Singapore Waterpark disaat pemberlakuan jam malam dan penutupan destinasi wisata.

Ironinya, peristiwa itu baru terkuak setelah acara dalam pesta itu terekam video kemudian beredar di media sosial (medsos).

Camat Rejotangan Agus Santoso membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, ada sekitar 30 orang yang datang ke acara tersebut.

“Itu merupakan acara keluarga, intern perkumpulan para perias,” katanya.

Agus melanjutkan, kebetulan video acara tersebut diunggah di medsos. Untuk kepala desa, juga sudah diperiksa di Polsek setempat untuk dilaporkan ke Polres.

“Sudah diperiksa, dan kelanjutnya belum ada kabar lagi dan saya kira itu adalah pelanggaran ringan,” katanya.

Sementara itu Kades Karangsari Hariyanto saat dihubungi afederasi.com melalui sambungan telepon mengatakan, hal itu sebenarnya tidak ada masalah. Tetapi karena ada yang mengunggah di medsos, akhirnya membuatnya diminta keterangan oleh Satgas Covid-19.

“Memang benar warga saya ada yang melanggar, itu acara keluarga,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tulungagung Galih Nusantoro mengatakan, jika pihaknya sudah melakukan pemanggilan kepada pemilik usaha dan juga ketua panitia pelaksana acara yang dilaksanakan pada Rabu (6/1/2020) kemarin.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan, kegiatan itu diduga kuat melanggar 2 aturan,” tegasnya.

Pertama lanjut Galih, terkait SE nomor 360/6785/set.Covid-19/2020 terkait penutupan destinasi wisata sejak 19 Desember 2020. Kedua, Intruksi Bupati nomor 1 tahun 2020 terkait pembatasan jam malam yang juga mengacu pada surat edaran dari Provinsi Jawa Timur yaitu dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB hingga 04.00 WIB pagi.

“Sementara untuk masalah penindakan dari satgas Covid-19, adalah pelanggaran sesuai surat edaran, yaitu dengan sanksi administrasi hingga penutupan ijin destinasi wisata,” jelasnya.

Masih menurut Galih, tetapi untuk sanksi yang menyangkut tindak pidana, saat ini masih diselidiki oleh pihak kepolisian dalam hal ini Polres Tulungagung.

“Kita jalan sendiri untuk pelanggaran sesuai surat edaran, tetapi untuk sanksi yang lainya/pidananya itu kita serahkan pihak kepolisian,” jelasnya. (dik)

News Feed