oleh

Aktivis Anti Masker Siapkan Uang Denda setiap Terjaring Razia

Banyuwangi, (afederasi.com) – Sepertinya aktivis anti masker, M. Yunus Wahyudi benar-benar berkomitmen dengan pernyataannya. Terbukti sampai menyiapkan uang denda sebesar Rp 250 ribu setiap terjaring razia masker didompetnya, Selasa (29/9/2020).

Perlu diketahui razia Yustisi yang sesuai Instruksi Presiden nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 dan Peraturan Gubernur nomor 79 tahun 2020 yang mengatur sanksi bagi para pelanggar berupa sanksi adminitrasi sebesar maksimal Rp 250 atau kerja sosial selama 60 menit.

Yunus mengatakan, dirinya siap untuk didenda saat terjaring razia Yustisi daripada harus disuruh menggunakan masker. Karena, bagi Yunus menggunakan masker itu sakit. Sedangkan, dirinya tidak sakit.

“Saya lebih baik didenda daripada harus pakai masker. Saya sudah siapkan uang di dompet sebesar Rp 250 ribu untuk membayar denda tidak menggunakan masker.” katanya.

Bagi Yunus, pernyataan tersebut bukan untuk mengajak masyarakat tidak menggunakan masker. Tetapi, Yunus hanya menganggap penggunaan masker itu hanya diperlukan kepada orang yang menderita sakit saja.

Baca Juga  Pengiriman Masker ke Hongkong dan Taiwan Meningkat 100 Persen, ini Penyebabnya

“Corona itu memang ada. Tetapi, penggunaan masker ketika sehat akan membuat saya malah sakit. Saya orang sehat tidak perlu menggunakan masker,” terangnya.

Ditambah lagi, Yunus menambahkan, saat ini banyak razia gabungan tentang operasi masker. Razia yang menghukum masyarakat untuk push up hingga didenda uang sebesar Rp 250 ribu yang sudah diterapkan.

“Makanya kenapa saya selalu siapkan uang sebesar Rp 250 disetiap dompet ini, untuk membayar denda tidak menggunakan masker. Itu, disiapkan daripada saya disuruh push up ataupun kerja sosial lainnya. Karena mereka bukan atasan saya yang bisa menyuruh seenaknya,” jelasnya. (ron/am)

News Feed