oleh

Aktivis Anti Masker Banyuwangi M. Yunus Wahyudi, Inilah Rekam Jejaknya

Banyuwangi, (afederasi.com) – Di tengah pemerintah gencar menangani virus Covid-19 dan gerakan memakai masker. Aktifis mengaku anti masker jutru bersuara lantang menentang jika kematian orang di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur karena terpapar Covid-19. Aktifis tersebut adalah M. Yunus Wahyudi. Sebenarnya rekam jejaknya seperti apa?.

M. Yunus Wahyudi yang tinggal di Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo sudah menjadi aktifis puluhan tahun. Pria kelahiran 1972 tersebut pernah bergabung organisasi Kelompok Pejuang Jalanan (KPJ) di Jakarta selama 25 tahun.  Yunus paggilan akrabnya  M. Yunus Wahyudi juga pernah bergabung di gerakan organisasi lembaga bantuan hukum (Golbah).

 “Menjadi aktifis tidak hanya di Indonesia melainkan juga keliling di 13 negara, seperti di Hongkong, Taiwan, Cina dll,”katanya dengan bangga.

Yunus merupakan aktifis yang sangat konsisten dengan kritisnya terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah. Bahkan dia pernah dipenjara baik di luar negeri maupun dalam negeri. Yang jelas penyebabnya bukan karena melakukan tindak kriminal. Yunus yang dikaruniai 5 anak itu dipenjara karena sikap kritisnya.

Baca Juga  Pemkot Razia Masker di Pasar Tradisional, Pelanggar Langsung Dijatuhi Sanksi di Tempat

Yang menjadi prinsip Yunus adalah sikap kritis merupakan perjuangan dengan dasar amar makruf nahi mungkar. Apapun risikonya terkait sikap kritisnya sudah siap dipertanggungjawabkan.  

“Menyuarakan apa yang harus diungkap dari kebenaran,”tegas Yunus.

Suami Kholidah menjelaskan sifat kritis sudah dibangun sejak di sekolah. Dia sekolah mulai dari pendidikan dasar (SD) hingga kuliah di universitas Pancasila Jakarta.

Yang menarik, Yunus yang kental dengan sikap kritisnya terhadap pemerintah. Dia ternyata juga menggeluti usahanya yang beranekaragam. Dia menanam cabe, buah naga, jeruk, kedelai dan lain-lain diatas lahan ratusan hektar. Itu semua demi mencukupi kebutuhan keluarganya. (ron/am)

News Feed