oleh

2022, Kota Marmer Bangun TPA Baru Senilai Rp 40 Miliar

Tulungagung, (afederasi.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Marmer bakal membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru pada tahun 2022 mendatang. Rencananya, TPA yang akan menggantikan TPA Segawe ini dibangun dilahan seluas 50 hektar dengan anggaran sebesar Rp 40 miliar,

TPA baru ini dibangun di lahan hutan milik perhutani masuk Desa Banyuurip Kecamatan Kalidawir ini nantinya diprediksi akan selesai pada tahun 2025.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Santoso melalui Kabid Tata Lingkungan TPA Makrus Manan mengakui, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 50 hektar di kawasan perhutani Banyuurip. Lahan tersebut 10 kali lipat lebih luas dari lahan TPA yang sekarang masih di fungsikan di desa Segawe Kecamatan Pagerwojo.

“Melihat kondisi sekarang di TPA Segawe memang perlu untuk membuat TPA yang lebih luas lagi,” katanya kepada pihak afederasi.com Rabu (14/10/2020).

Makrus menambahkan, nantinya TPA baru itu akan difungsikan sebagai TPA modern. Teknisnya, dalam TPA tersebut akan ada tiga sel yang bisa digunakan untuk menyerap sampah dari berbagai daerah yang ada di Kabupaten Tulungagung. Diperkirakan, setiap hari bisa mendaur sekitar 200-300 ton sampah.

Baca Juga  Jelang Purna Tugas, Polisi Dibekali Ketrampilan Berwirausaha

“Sudah dianggarkan, sebanyak Rp 40 Miliar secara bertahap,” tuturnya.

Masih kata Makrus, TPA seluas 50 hektar tersebut nantinya akan menerapkan sanitary land fill full yang mana bisa digunakan untuk jangka panjang tanpa batasan waktu.

“Sel itu bisa mendaur ulang sampah menjadi pupuk organik, jadi tidak ada tumpukan sampah lagi. Kalau ada sampah masuk diproses di sel 1, apabila sel 1 penuh akan diproses di sel 2 dan seterusnya,” imbuhnya.

Makrus mengungkapkan, lahan TPA baru itu berjarak satu kilometer dari pemukiman terdekat. Artinya masih aman untuk ditempati. Untuk bulan ini sampai November masih dalam proses tahap perizinan terkait dengan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Setelah selesai, baru ke tahap proses survey lokasi.

“Kita harapkan akhir tahun sudah dapat ijinnya,” imbuhnya.

Seperti yang diketahui, TPA Segawe di Pagerwojo sudah beropasi dari tahun 1990 an dan diprediksi bertahan sampai 25 tahun, itu berarti hingga sampai saat ini TPA Segawe sudah mengalami kelebihan beban atau overload. (is/yp)

News Feed