oleh

125 Tenaga Kesehahan Bakal Mengisi 37 Formasi di RSUD Kertosono, Inilah Formasi yang Kosong

Nganjuk, (afederasi.com) –  Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kertosono Kabupaten Nganjuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu terobosanya menambah tenaga kesehatan (nakes). Sebanyak 125 nakes diajukan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengisi 37 formasi.

Penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) Non PNS ini dilakukan guna mencukupi kebutuhan tenaga kesehatan yang saat ini masih dibilang belum memenuhi standar pelayanan. Seperti, adanya Tenaga Harian Lepas (THL) Kesehatan sebanyak 106 orang yang masa kontraknya berakhir pada 30 September 2020, dan dikhawatirkan nanti akan menjadi hambatan dalam pemberian pelayanan kepada pasien.

Sebab itu jajaran Direksi RSUD Kertosono membentuk tim untuk melakukan analisa kebutuhan pegawai dan hasilnya, membutuhkan 125 orang Tenaga Kesehatan (nakes) yang terdiri atas, dokter pertama sebanyak 6 orang, perawat pelaksana sebanyak 30 orang, bidan pelaksana sebanyak 15 orang, perekam medis pelaksana sebanyak 5 orang, fisikawan medis pertama sebanyak 1 orang, asisten apoteker pelaksana sebanyak 2 orang dan sebagainya.

“Managemen RSUD Kertosono mengusulkan 37 jenis jabatan dengan jumlah tenaga sebanyak 125 orang ke BKD Kabupaten Nganjuk. Upaya ini dilakukan selain sebagai pengganti THL juga untuk mengisi kekosongan jabatan lainnya,” kata Agus Zainal Abidin, S.Kep.Ners Kepala Bagian Tata Usaha/Humas RSUD Kertosono diruang kerjanya, (11/09/2020).

Sebelumnya, Plt Direktur RSUD Kertosono yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, dr Achmad Noeroel Cholis juga mengatakan, sebagai bentuk pengembangan menjadi rumah sakit bertaraf type B (sekarang RSUD Kertosono masih type C), yang salah satu indikatornya adalah peningkatan mutu pelayanan, pihaknya telah mengajukan pengadaan tenaga BLUD ke BKD Nganjuk.

“Doakan, semoga dalam waktu dekat bisa dilaksanakan rekrutmen tenaga BLUD. Dan untuk para THL RSUD Kertosono yang masih ingin mengabdikan dirinya disini, seyogyanya nanti untuk ikut daftar BLUD. Dan untuk peningkatan tenaga dokter insyaallah dalam waktu dekat RSUD Kertosono ada penambahan empat dokter spesialis,” jelas dr Achmad Noeroel Cholis.

Hal senada juga disampaikan Kepala BKD Kabupaten Nganjuk Dr. Sopingi, dari pengajuan RSUD Kertosono, pihaknya telah meneruskan ke BKN dan menunggu Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

“Semoga bulan Oktober sudah bisa melaksanakan rekrutmen tenaga BLUD RSUD Kertosono,” kata Sopingi Kepala BKD Nganjuk.

Terpisah, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, S.Sos, M.M, berharap dengan adanya penetapan PAK dalam APBD-P 2020 rekrutmen BLUD RSUD Kertosono, bisa segera dilaksanakan dengan mengedepankan pemenuhan perioritas dan transparansi dalam perekrutannya, seperti nilai pembobotan dalam pemberian skor.

“Agar yang terbaik yang terpilih, nanti harus kedepankan transparansi dan ketelitian. Ini dimaksud dikemudian hari tidak ada pihak yang dirugikan,” tandas Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat kemaren sesaat setelah Rapat Paripurna Penetapan Ranperda APBD-P menjadi Perda di kantor DPRD Nganjuk. (Ind/am)

News Feed